Membangun Kesadaran Sebagai Manusia Spiritual-Ekologis Dalam Menghadapi Krisis Ekologi di Toraja

Authors

  • Yudha Nugraha Manguju Universitas Kristen Duta Wacana

DOI:

https://doi.org/10.34307/sophia.v3i1.66

Keywords:

Ecological Crisis, Ecotheology, John Cobb, Spirituality, Ekoteologi, Krisis Ekologi, Spiritualitas

Abstract

The destruction of nature today is not only an economic and ecological issue, but also a sociological and theological issue. The main cause of the ecological crisis is caused by irresponsible human behavior in exploiting the universe. This paper uses a qualitative research method with a literature study approach on the main literature on John Cobb's thoughts on Natural Theology (ecotheology) as well as books and journals from several theologians that discuss the topic of the ecological crisis. In this paper, it is found that there are at least two main crises in ecological issues, namely a crisis of understanding that makes humans massively exploit, dominate and discriminate against the surrounding environment, and a crisis of awareness of the importance of preserving nature. Thus, the author offers the concept of spiritual-ecological man as a keeper to preserve the universe which can be interpreted as nature as a common home, nature as intergenerational responsibility, and nature as the unity and harmony of creation

Kerusakan alam dewasa kini bukan hanya sekadar sebuah isu ekonomis dan ekologis saja, melainkan juga isu sosiologis dan teologis. Selain karena proses alamiah, penyebab utama dari krisis ekologi diakibatkan oleh tingkah laku manusia yang tidak bertanggung jawab dalam mengeksploitasi alam semesta. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atas literatur utama mengenai pemikiran John Cobb tentang Teologi Alam (ekoteologi) serta buku dan jurnal dari sejumlah teolog yang membahas topik krisis ekologi. Dalam tulisan ini, ditemukan bahwa setidaknya ada dua krisis utama dalam isu ekologis, yaitu krisis pemahaman yang membuat manusia secara masif melakukan eksploitasi, dominasi dan diskriminasi terhadap lingkungan di sekitarnya dan krisis kesadaran (awareness) akan pentingnya melestarikan alam. Dengan demikian, penulis menawarkan konsep manusia spiritual-ekologis sebagai pemelihara untuk melestarikan alam semesta yang dapat dimaknai dengan alam sebagai rumah bersama, alam sebagai tanggung jawab antargenerasi, serta alam sebagai kesatuan dan keharmonisan ciptaan

Published

2022-06-14

How to Cite

Manguju, Y. N. (2022). Membangun Kesadaran Sebagai Manusia Spiritual-Ekologis Dalam Menghadapi Krisis Ekologi di Toraja. SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 29-49. https://doi.org/10.34307/sophia.v3i1.66