Yth. Penulis, Editor, dan Reviewer,

Dalam rangka memperkuat integritas akademik serta meningkatkan reputasi  SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen di tingkat internasional, Dewan Redaksi dengan ini menyampaikan pemberlakuan pembaruan kebijakan terkait etika penelitian (Ethical Clearance). Pembaruan kebijakan ini berlaku pada Volume 7, Nomor 2 (Desember 2026). Seluruh naskah yang diajukan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut.

  1. Kewajiban Pencantuman Kelaikan Etik (Ethical Clearance). Setiap naskah yang bersumber dari penelitian dengan subjek manusia mencakup wawancara, studi jemaat, studi lapangan, maupun survey, diwajibkan mencantumkan nomor surat Ethical Clearance. Nomor tersebut harus diterbitkan oleh lembaga resmi yang berwenang, antara lain Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Sinode Gereja, atau organisasi nonpemerintah yang kredibel.
  2. Penyediaan Ethical Clearance Model. Guna memfasilitasi penulis dalam memenuhi ketentuan tersebut, Dewan Redaksi menyediakan dokumen acuan Ethical Clearance Model yang dapat diunduh melalui situs resmi jurnal. Dokumen ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam proses pengurusan izin etik pada instansi masing-masing.
  3. Ketentuan Implementasi. Seluruh naskah yang diajukan untuk Volume 7 Nomor 2 dan edisi selanjutnya wajib menggunakan format terbaru.
  4. Peran Editor dan Mitra Bestari. Editor diinstruksikan untuk memverifikasi kelengkapan informasi Kelaikan Etik pada tahap penyaringan awal (initial screening) maupun selama proses peninjauan sejawat (peer review).

Dewan Redaksi meyakini bahwa pembaruan kebijakan ini akan memperkuat nilai ilmiah sekaligus akuntabilitas etis atas seluruh karya yang dipublikasikan dalam SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen.

Atas perhatian, dedikasi, dan komitmen Bapak/Ibu dalam menjaga mutu karya ilmiah, kami sampaikan terima kasih.

 

Salam Hormat,

Setblon Tembang
Editor-in-Chief