Integrasi Logika Kritis dalam Pendidikan Agama Kristen Membangun Iman yang Rasional di Era Digital

Main Article Content

Rezeki Putra Gulo
Nikarni Zai
Semy Djulandy Balukh

Abstract

This paper examines the integration of critical logic in Christian Religious Education (CRE) within the digital era, emphasizing the importance of developing a rational understanding of faith amidst the complexity of digital information. The research employs a qualitative approach using hermeneutic phenomenology, enabling an in-depth exploration of the meaning of critical logic integration within the CRE context through a systematic literature review. The primary issue addressed is the lack of a comprehensive approach that combines rational and spiritual aspects in religious education, particularly in responding to challenges in the digital era. The study’s novelty lies in the development of the innovative DIGITAL-CRITICAL model, integrating elements of critical logic, Christian values, and digital literacy through seven core components (Dialog, Interpretation, Geometry, Integration, Transformation, Analysis, and Logic) tailored to the CRE context. The findings show that this model effectively enhances students' analytical abilities, strengthens their spiritual foundations, and equips them with essential digital competencies to sustain a rational and relevant Christian faith in the modern era.

Paper ini bertujuan untuk mengkaji integrasi logika kritis dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital, dengan menyoroti pentingnya pengembangan pemahaman iman yang rasional di tengah kompleksitas informasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi hermeneutik, memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap makna integrasi logika kritis dalam konteks PAK melalui kajian literatur sistematis. Masalah utama penelitian adalah kurangnya pendekatan komprehensif yang menggabungkan aspek rasional dan spiritual dalam pembelajaran agama, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Novelty penelitian terletak pada pengembangan model DIGITAL-KRITIS yang inovatif, mengintegrasikan komponen logika kritis, nilai Kristen, dan literasi digital melalui tujuh elemen utama (Dialog, Interpretasi, Geometri, Integrasi, Transformasi, Analisis, dan Logika) yang disesuaikan dengan konteks PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif meningkatkan kemampuan analitis peserta didik, memperkuat dasar spiritual, dan membekali mereka dengan kompetensi digital yang esensial dalam mempertahankan iman Kristen yang rasional dan relevan di era modern.

Article Details

How to Cite
Gulo, R. P., Zai, N., & Balukh, S. D. . (2025). Integrasi Logika Kritis dalam Pendidikan Agama Kristen: Membangun Iman yang Rasional di Era Digital. SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 6(1), 38-55. https://doi.org/10.34307/sophia.v6i1.291
Section
Articles

References

Aprianto Ruru dan Dyulius Thomas Bilo. “Filsafat Pendidikan Agama Kristen Sebagai Landasan Dalam Proses Pembentukan Iman Siswa.” Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 2 (2023).

Astapov, Sergey N. “The Contradictory Unity of Faith and Reason in Christian Theoretical Thought.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 75, no. 4 (2019): 1–9.

Basongan, Citraningsih. “Penggunaan Teknologi Menurut Iman Kristen Di Era Digital.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 3 (2022): 4279–4287.

Benyamin, Priskila Issak, Ibnu Salman, and Frans Pantan. “Evaluasi Pembelajaran Daring Pendidikan Agama Kristen Di Masa Pandemi.” Jurnal Teologi Berita Hidup 4, no. 1 (2021): 52–59.

Bilo, Dyulius. “Pendidikan Agama Kristen Di Era Disrupsi: Peluang Inovasi ‘Blended Learning’ Di Sekolah Dan Gereja.” Jurnal Luxnos 7, no. 1 (2020): 132–152.

Bingaman, Kirk A. “Religion in the Digital Age: An Irreversible Process.” Religions 14, no. 108 (2023): 1–14.

Boiliu, Noh Ibrahim, Evi Deliviana, Maglon F. Banamtuan, Donna Sampaleng, and Harun Y. Natonis. “Methodological Dialogue Between Christian Religious Education and Psychology.” Proceedings of the 2nd Annual Conference on blended learning, educational technology and Innovation (ACBLETI 2020) 560 (2021): 303–308.

Darti, Darti, Djoys Anneke Rantung, Lamhot Naibaho, and Noh Ibrahim Boiliu. “Pembelajaran Transformatif Pendidikan Agama Kristen Di Era Teknologi Digital.” Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen 8, no. 2 (2023): 133–146.

Giawa, Safatulus. “Kontribusi Guru Kristen Dalam Membentuk Pemikiran Kritis Siswa Di Era Digital.” MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2024): 100–114.

Gulo, Rezeki Putra, and Sandra Rosiana Tapilaha. “Reforming Christian Religious Education: Integrating Spirituality and Critical Reasoning in the Digital Era.” Didaché: Journal of Christian Education 5, no. 2 (2024): 105–123.

Halawa, Timotius Prasetyo, Meiskewaty Brek, Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. “Berpikir Kritis Melalui Metode Mind Mapping Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 9, no. 2 (2024): 190–201.

Harmadi, Mariani, and Agung Jatmiko. “Pembelajaran Efektif Pendidikan Agama Kristen Generasi Milenial.” Pasca: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 16, no. 1 (2020): 62–74.

Hasibuan, Serepina, Nova Ritonga, Desmon Adu, Setiaman Larosa, Daniel Daniel, Rudy Roberto Walean, and Saedo Marbun. “Lokakarya Pengembangan Teknologi Pendidikan Bagi Guru-Guru Di Desa Ujung Gunung Ilir.” Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 6, no. 1 (2023): 34–45.

Heinonen, Kristiina. “Van Manen’s Method and Reduction in a Phenomenological Hermeneutic Study.” Nurse Researcher 22, no. 4 (2015): 35–41.

Hutapea, Rinto Hasiholan. “Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Kurikulum 2013.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 1, no. 1 (2019): 18–30.

Kamagi, Kevin Samuel. “Peran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Remaja Dalam Mencegah Perilaku Konsumerisme Di Era Digital.” Jurnal Shanan 6, no. 2 (2022): 201–220.

Kia, A Dan. “The Use of Heuristic Reasoning in Christian Education.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 15, no. 2 (2023): 71–80.

Kim, Young K. “Think Christianly, Think Critically: Faith-Learning Integration, Critical Thinking, and Perceived Importance of Worldview Development among Students in Christian Higher Education.” Religion & Education 47, no. 2 (2020): 1–27.

Koehuan, Neri Astriana, Dylmoon Hidayat, and Chrissya Apitula. “Penanaman Konsep Identitas Diri Berdasarkan Iman Kristen Melalui Peranan Pendidikan Kristen.” Academy of Education Journal 13, no. 1 (2022): 63–73.

Lane, Rod, and Terri Bourke. “Assessment in Geography Education: A Systematic Review.” International Research in Geographical and Environmental Education 28, no. 1 (2019): 22–36.

Liˇcen, Sabina, Maria Cassar, Lucia Filomeno, Alexandros Yeratziotis, and Mirko Prosen. “Development and Validation of an Evaluation Toolkit to Appraise ELearning Courses in Higher Education: A Pilot Study.” Sustainability 15, no. 8 (2023): 1–15.

Nababan, Doni Abadi, Joice Patty, Stephany Brigitha Sopacua, and Desi Sianipar. “Strategi Manajemen Kelas Pendidikan Agama Kristen Yang Kolaboratif Dan Berbasis Literasi Digital.” Jurnal Shanan 8, no. 1 (2024): 85–104.

Nainggolan, Alon Mandimpu, and Yanice Janis. “Etika Guru PAK Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Iman Naradidik.” Jurnal CARAKA 1, no. 2 (2020): 152–163.

Panggabean, Justice Zeni Zari. “Pendidikan Kristiani Berbasis Berpikir Kritis: Sebuah Tawaran Model Pembelajaran Demokratis Berdasarkan Pemikiran Pendidikan Membebaskan Menurut Paulo Freire.” Harati: Jurnal Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2022): 127–145.

Pardede, Parlindungan. “Berpikir Kritis Dan Kreatif Dalam Pendidikan Kristen.” Regula Fidei 1, no. 1 (2016): 1–32.

Purba, Sudiarjo. “Literasi Digital: Sebuah Upaya Pelaku Pendidikan Agama Kristen Dalam Membangun Integritas Remaja Gereja.” Jurnal Shanan 6, no. 2 (2022): 183–200.

Rahmelia, Silvia, Della Van Gobel, Lukas Lukas, Chris Apandie, and Rudie Rudie. “Penguatan Kompetensi Digital Guru Melalui Lokakarya Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berbasis Digital Di SMAN 1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau.” Diakoneo: Journal of Community Service 2, no. 2 (2024): 90–104.

Rangga, Oktavianus, Dyulius Thomas Bilo, and Dewi Yuliana. “Pnggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen : Memperbaharui Pikiran Untuk Meningkatkan Spiritualitas Di Roma 12 : 2.” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 127–140.

Raturoma, Tri Lestari Rachel, and Lhony Laisnima. “Hubungan Keterampilan Berpikir Kritis Dengan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Pada Materi Bentuk Molekul Kelas X Di SMA Kristen YABT Manokwari.” Arfak Chem: Chemistry Education Journal 6, no. 1 (2023): 487–494.

Rudie, Rudie, and Octamaria Sihombing. “Strategi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Era Digital.” Jurnal Harati 3, no. 1 (2023): 25–32.

Sabri, Duna, Christopher Rowland, Jonathan Wyatt, Francesca Stavrakopoulou, Sarita Cargas, and Helenann Hartley. “Faith in Academia: Integrating Students’ Faith Stance into Conceptions of Their Intellectual Development.” Teaching in Higher Education 13, no. 1 (2008): 43–54.

Sagala, Junaidy Alexander. “Pentingnya Mengembangkan Sikap Kritis Dalam Pendidikan Agama.” Journal of Internasional Multidisciplinary Research 1, no. 2 (2023): 81–101.

Santoveña-Casal, Sonia, and Ma Dolores Fernández Pérez. “Sustainable Distance Education: Comparison of Digital Pedagogical Models.” Sustainability (Switzerland) 12, no. 21 (2020): 1–14.

Sianipar, Desi, ed. Inovasi Pendidikan Agama Kristen Di Era Artificial Intelligence. Bandung: CV Widina Media Utama, 2024.

Smith, David I., Beth Green, and Albert Cheng. “Assessing Christian Learning: Towards a Practices-Based Approach to Faith, Vocation, and Assessment.” International Journal of Christianity & Education 25, no. 2 (2021): 151–168.

Spante, Maria, Sylvana Sofkova Hashemi, Mona Lundin, Anne Algers, and Shuyan Wang. “Digital Competence and Digital Literacy in Higher Education Research: Systematic Review of Concept Use.” Cogent Education 5, no. 1 (2018): 1–21.

Tari, Ezra, and Rinto Hasiholan Hutapea. “Peran Guru Dalam Pengembangan Peserta Didik Di Era Digital.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 1, no. 1 (2020): 1–13.

Tjandra, Daniel S. “Impelementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Abad 21.” SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2020): 1–10.

Truong, Thanh-Cong, and Quoc Bao Diep. “Technological Spotlights of Digital Transformation in Tertiary Education.” IEEE Xplore 11 (2023): 40954–40966.

Tuamsuk, Kulthida, Lan Thi Nguyen, Issara Kanjug, and Grichawat Lowatcharin. “Key Success Factors for Transforming Classrooms into Learning Communities in Digital Learning Ecosystem at Secondary Schools in Thailand.” Contemporary Educational Technology 15, no. 2 (2023): 1–13.

Vartiak, Lukas, G. Jasečková, and Milan Konvit. “Logic as a Tool for Developing Critical Thinking.” Rupkatha Journal, 15, no. 2 (2023): 1–13.

Waruwu, Elfin Warnius, and Mozes Lawalata. “Membangun Masyarakat Digital Yang Beretika: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Kristen Di Era Teknologi Digital 5.0.” Jurnal Didaché 5, no. 1 (2024): 22–46.

Winardi, Daniel. “Penerapan Integrasi Alkitab: Studi Kasus Di Universitas Pelita Harapan.” The Way 6, no. 2 (2020): 154.

Yuliana, Dewi, and Rezeki Putra Gulo. “Evolusi Metode Pengajaran Pendidikan Agama Kristen: Menyeimbangkan Tradisi Iman Dan Teknologi Masa Depan.” Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 6, no. 2 (2024): 167–181.

Zaluchu, Sonny Eli. “Metode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 249–266.

Zhao, Erxi, Jian He, Zhou Jin, and Yue Wang. “Student-Centered Learning Environment Based on Multimedia Big Data Analysis.” Hindawi: Mobile Information Systems (2022): 1–10.