Misi Gereja Melawan Etika Antroposentrisme Terhadap Kerusakan Ekologi Melalui Paradigma Keugaharian
Main Article Content
Abstract
The research aims to find a model that can be carried out by the church as a form of mission service against forms of anthropocentrism towards ecology through a daily perspective. In developing the research results, the author used several theories and also the results of research that had been carried out by several previous authors. Such as research conducted by Yornan Mosimbawo, Yusup Rugo Yuono, and Bayu Kaesarea Ginting, as well as Thomas Aquinas' views on happiness. Some of this research tries to break through human behavior that exploits nature rudely, immorally, and only for the sake of their self-satisfaction without caring about the impacts it causes. This research uses qualitative methods using a descriptive approach to describe the reality that actually occurs in society. Qualitative methods are developed through trusted literature such as books, articles/journals and relevant internet sources. The results of this research are that the church must implement several models that can build a daily attitude and eliminate anthropocentrism towards nature/the environment. These models are; the church must be friendly with nature, the church must fight against forms of consumerism, and the church needs to form communities and empower those communities.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model yang dapat dilakukan oleh gereja sebagai bentuk pelayanan misi melawan bentuk antroposentrisme terhadap ekologi melalui perspektif keugaharian. Dalam mengembangkan hasil penelitian tersebut, penulis menggunakan beberapa teori dan juga hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa penulis sebelumnya, salah satu diantaranya adalah pandangan dari Thomas Aquinas tentang kebahagiaan. Beberapa penelitian tersebut mencoba menerobos perilaku manusia yang mengeksploitasi alam secara kasar, tidak bermoral, dan hanya untuk kepentingan kepuasan diri mereka tanpa memperdulikan dampak yang ditimbulkannya tawaran yang diberikan dalam teori tersebut adalah tentang perspektif keugaharian. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat. Metode kualitatif dikembangkan lewat literatur-literatur terpercaya seperti buku, artikel/jurnal dan sumber-sumber internet yang relevan. Hasil penelitian tersebut adalah bahwa gereja harus melakukan beberapa model yang dapat membangun sikap keugaharian dan menghilangkan sikap antroposentrisme terhadap alam/lingkungan. Model-model tersebut adalah; gereja harus bersahabat dengan alam, gereja harus melawan bentuk konsumerisme, dan gereja perlu membentuk komunitas dan memberdayakan komunitas tersebut.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
B, Frank. Minirt Dkk. Kebahagiaan Sebuah Pilihan. Jakarta: BPK.Gunung Mulia, 2001.
Bayu Kaesarea Ginting. “Koinonia: Respon Gereja Atas Ekologi.” Teolog dan Pendidikan Kristen 1, no. 7 (2022).
Claartje Pattinama. “Spritualitas Keugaharian: Perspektif Patoral.” ODF Preprints. Bandung, 2017.
Djanius Djamin. Pengawasan Dan Pelaksanaan Undang-Undang Lingkungan Hidup. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2021.
Ernst Haeckel. Naturliche Schopfungsgeschichte (The History Of Creation). Berlin: Momentum, 1868.
Ginting, Rosalina, and Kiki Aryaningrum. “Toleransi Dalam Masyarakat Plural.” Majalah Lontar 23, no. 4 (2009).
Heri Purwanto. “Misi Ekolgosi: Memaknai Ulang Misi Gereja Kristen Muria Indonesia Di Tengah Bencana Alam Dan Krisis Ekololgi.” Journal of Divinty, Peace and Conflict Studies 2, no. 1 (2021).
Jefri Hina Remikatu. “Teologi Ekologi: Suatu Isu Etika Menuju Eskatologi Kristen.” Teologi Biblika dan Praktika 1, no. 1 (2020).
Komisi Usaha Gereja Toraja. Membangun Jemaat: Bertambah Teguh Dalam Iman Dan Pelyanan Bagi Semua. Toraja: Gereja Toraja, 2022.
M. Ridha Saleh. Ecocide: Melawan Pelangaaran Berat Di Indonesia. Jakarta: Rayyana Komunikasindo, 2020.
Mahfud dan Patsun. “Mengenal Filsafat Antara Metode Praktik Dan Pemikiran Socrates, Plato Dan Aristoteles.” Study Keislaman 5, no. 1 (2019).
Martha M Patty. “Sosialisasi Advokasi Tanah Dari Perspektif Teologi Tanah Dan Teologi Advokasi Bagi Komunitas Masyarakat Adat Negeri Seti Maluku Tengah.” Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 4, no. 2 (2023).
Nancy Lestari Hamaduna. “Peranan Ekologis Gereja.” Teoliogi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2021).
Nyoman Subagia. Pola Asuh Orang Tua : Faktor, Implikasi Terhadap Perkembangan Karakter Anak. Bandung: Nilacakra, 2021.
Sarintan Efratani Damanik. Pengelolan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia, 2018.
Silva S Tesalonika Ngahu. “Mendamaikan Manusia Dengan Alam.” Teologi Pengarah 2, no. 2 (2020).
Simplesius Sandur. Etika Kebahagiaan : Thomas Aquines. Yogyakarta: Kanisius, 2020.
Sugiyono. Metode Penelitian Dan Pengembangan (Research and Development). Bandung: Alfabeta, 2015.
Yornan Masinambow. “Kajian Mengenai Ekoteologi Dari Perspektif Keugaharian.” Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2021).
Yusup Rogo Yuono. “Melawan Etika Lingkungan Antroposentrisme Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelola Pelestarian Lingkungan.” Teologi Sistematika dan Praktika 2, no. 1 (2019).