SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
https://sophia.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatasophia
<h2><strong>SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen</strong></h2> <p><em>Sophia</em> dalam bahasa Yunani yang berarti "Hikmat". Hikmat, dari kata <em>hokmah,</em> berarti cara seseorang menyelesaikan masalah dengan benar, baik, dan tepat atau memiliki pandangan yang benar dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.</p> <p>Hikmat merupakan bagian paling penting dalam aktualisasi hidup tokoh Alkitab yang berhasil seperti yang diperoleh Raja Salomo dari Tuhan. Karena hikmat adalah roh, hal-hal yang sangat rohani tidak bisa dicari dan dibeli, hikmat hanya bisa minta daripada Tuhan (Ayub 28: 12-28). Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya (Yak 1:5).</p> <p><strong>Sophia: </strong><strong>Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen </strong>adalah jurnal <em>Open Access</em> yang diterbitkan oleh <a href="https://iakn-toraja.ac.id/">Institut Agama Kristen Negeri Toraja</a> dengan P-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1593145716">2722-8851</a> dan E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1593145811">2722-886X</a>. Artikel yang sesuai dengan kriteria dan ketentuan akan ditinjau oleh <em>reviewer</em> yang memiliki kepakaran pada dibidangnya dengan menggunakan sistem <em>Double-Blind Review</em>. Adapun Focus dan Scope dalam <strong>SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen </strong>mulai Volume 4. No. 2 (Desember) 2023 sebagai berikut:</p> <ol> <li>Constructive Theology</li> <li>Religions and Peace Studies </li> <li>Feminist Theology</li> <li>Echotheology</li> <li>Christian Education</li> </ol> <p><strong>SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen </strong>terbit dua kali dalam setahun yakni pada <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>, serta telah terakreditasi peringkat <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/10604">Sinta 4</a> oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.</p> <p> </p>Institut Agama Kristen Negeri Torajaen-USSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen2722-8851Misi Gereja Melawan Etika Antroposentrisme Terhadap Kerusakan Ekologi Melalui Paradigma Keugaharian
https://sophia.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatasophia/article/view/250
<p><em>The research aims to find a model that can be carried out by the church as a form of mission service against forms of anthropocentrism towards ecology through a daily perspective. In developing the research results, the author used several theories and also the results of research that had been carried out by several previous authors. Such as research conducted by Yornan Mosimbawo, Yusup Rugo Yuono, and Bayu Kaesarea Ginting, as well as Thomas Aquinas' views on happiness. Some of this research tries to break through human behavior that exploits nature rudely, immorally, and only for the sake of their self-satisfaction without caring about the impacts it causes. This research uses qualitative methods using a descriptive approach to describe the reality that actually occurs in society. Qualitative methods are developed through trusted literature such as books, articles/journals and relevant internet sources. The results of this research are that the church must implement several models that can build a daily attitude and eliminate anthropocentrism towards nature/the environment. These models are; the church must be friendly with nature, the church must fight against forms of consumerism, and the church needs to form communities and empower those communities.<br /><br /></em>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model yang dapat dilakukan oleh gereja sebagai bentuk pelayanan misi melawan bentuk antroposentrisme terhadap ekologi melalui perspektif keugaharian. Dalam mengembangkan hasil penelitian tersebut, penulis menggunakan beberapa teori dan juga hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa penulis sebelumnya, salah satu diantaranya adalah pandangan dari Thomas Aquinas tentang kebahagiaan. Beberapa penelitian tersebut mencoba menerobos perilaku manusia yang mengeksploitasi alam secara kasar, tidak bermoral, dan hanya untuk kepentingan kepuasan diri mereka tanpa memperdulikan dampak yang ditimbulkannya tawaran yang diberikan dalam teori tersebut adalah tentang perspektif keugaharian. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat. Metode kualitatif dikembangkan lewat literatur-literatur terpercaya seperti buku, artikel/jurnal dan sumber-sumber internet yang relevan. Hasil penelitian tersebut adalah bahwa gereja harus melakukan beberapa model yang dapat membangun sikap keugaharian dan menghilangkan sikap antroposentrisme terhadap alam/lingkungan. Model-model tersebut adalah; gereja harus bersahabat dengan alam, gereja harus melawan bentuk konsumerisme, dan gereja perlu membentuk komunitas dan memberdayakan komunitas tersebut. </p>Jimmi Pindan Pute
Copyright (c) 2025 Jimmi Pindan Pute
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-3062849910.34307/sophia.v6i2.250Feminisme dan Teologi
https://sophia.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatasophia/article/view/308
<p><em>In Christian Religious Education (CRE), the relationship between feminism and theology has triggered a significant paradigm shift, particularly in reexamining the structure of knowledge that has been shaped by a patriarchal perspective. Through a critical hermeneutic approach and literature review, this study reveals how feminist theology challenges gender bias in biblical interpretation and opens up space for women's experiences as legitimate epistemological sources. This transformation has implications for the reconstruction of a more gender-responsive CRE curriculum, including the use of inclusive language, representation of female biblical figures, and dialogic learning strategies that foster critical awareness. However, the integration of a feminist perspective into religious pedagogy positions students as active subjects in the process of just and equal faith formation. The results of this study confirm that the renewal of CRE is not limited to the addition of gender issues, but rather a profound theological-pedagogical reconstruction to build an education that is more inclusive, liberating, and aligned with the values of equality and human dignity in the Christian faith.<br /><br /></em>Dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), relasi antara feminisme dan teologi telah memicu perubahan paradigma yang signifikan, terutama dalam meninjau ulang struktur pengetahuan yang selama ini dibentuk oleh perspektif patriarkal. Melalui pendekatan hermeneutika kritis dan studi pustaka, kajian ini mengungkap bagaimana teologi feminis menantang bias gender dalam penafsiran Alkitab serta membuka ruang bagi pengalaman perempuan sebagai sumber epistemologis yang sah. Transformasi ini berimplikasi pada rekonstruksi kurikulum PAK yang lebih responsif gender, mencakup penggunaan bahasa inklusif, representasi tokoh perempuan Alkitab, dan strategi pembelajaran dialogis yang mendorong kesadaran kritis. Namun, integrasi perspektif feminis dalam pedagogi agama menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembentukan iman yang adil dan setara. Hasil kajian ini menegaskan bahwa pembaruan PAK tidak sebatas penambahan isu gender, tetapi merupakan rekonstruksi teologis-pedagogis yang mendalam demi membangun pendidikan yang lebih inklusif, membebaskan, dan selaras dengan nilai kesetaraan serta martabat manusia dalam iman Kristen.</p>Oktavianus RanggaNelcy Mbelanggedo
Copyright (c) 2025 Oktavianus Rangga, Nelcy Mbelanggedo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-306210011610.34307/sophia.v6i2.308Transformasi Sosial dan Peran Tokoh Alkitab
https://sophia.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatasophia/article/view/334
<p><em>Social transformation is a complex process involving fundamental changes in the social, cultural, and normative structures of society. In this context, effective leadership is key to driving positive and sustainable change. This study explores Nehemiah’s role as a symbol of social transformation through approaches of leadership, collaboration, and community participation. This qualitative case study analyzes Nehemiah’s strategy in rebuilding the walls of Jerusalem while revitalizing the identity of the Israeli community. The results show that Nehemiah’s success lay not only in physical reconstruction but also in strengthening the collective spirit through the community’s in-depth observation of the situation, resource mobilization, and active community collaboration. This approach integrates values of social justice, spirituality, and community empowerment, which are relevant to address modern social challenges such as injustice and poverty. The study recommends that today’s leaders adopt a values-based approach that prioritizes thorough situational analysis, active participation, and sustainable social transformation strategies so that Nehemiah’s historical experience can inspire effective and meaningful social change.</em><br /><br /></p> <p>Transformasi sosial adalah proses kompleks yang melibatkan perubahan Transformasi sosial adalah proses kompleks yang melibatkan perubahan mendasar dalam struktur sosial, budaya, dan norma masyarakat. Dalam konteks ini, kepemimpinan yang efektif menjadi kunci untuk mendorong perubahan positif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi peran Nehemia sebagai simbol transformasi sosial melalui pendekatan kepemimpinan, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan kajian kasus untuk menganalisis strategi Nehemia dalam membangun kembali tembok Yerusalem sekaligus merevitalisasi identitas komunitas Israel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Nehemia tidak hanya terletak pada rekonstruksi fisik tetapi juga pada penguatan semangat kolektif, melalui observasi mendalam masyarakat terhadap situasi, mobilisasi sumber daya, dan kolaborasi aktif masyarakat. Pendekatan ini mengintegrasikan nilai-nilai keadilan sosial, spiritualitas, dan pemberdayaan komunitas, yang relevan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan sosial modern seperti ketidakadilan dan kemiskinan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemimpin masa kini mengadopsi pendekatan berbasis nilai yang mengutamakan analisis situasi secara menyeluruh, partisipasi aktif, dan strategi transformasi masyarakat yang berkelanjutan, sehingga pengalaman historis dari Nehemia dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan perubahan sosial yang efektif dan bermakna.</p> <p> </p>Samuel Abdi HuJaverson SimamoraEdward Arief Hidayat
Copyright (c) 2025 samuel Abdi Hu, Javerson Simamora, Edward Arief Hidayat
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-306211713210.34307/sophia.v6i2.334Analisis Perselisihan Paulus dan Barnabas dalam Kisah Para Rasul 15:36-41 dari Perspektif Kepemimpinan dan Implikasinya dalam Pelayanan Misi
https://sophia.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatasophia/article/view/339
<p><em>This article analyzes the conflict between Paul and Barnabas in Acts 15:36–41 as a leadership dynamic that reflects the tension between grace and responsibility in early church ministry. This study demonstrates that conflict is not merely an obstacle but can serve as a means of character formation, mission expansion, and the development of church leadership. Using a theological and narrative approach, the article explores practical lessons and missiological implications relevant to contemporary ministry.<br /><br />Artikel ini menganalisis konflik antara Paulus dan Barnabas dalam Kisah Para Rasul 15:36-41 sebagai dinamika kepemimpinan yang mencerminkan ketegangan antara kasih karunia dan tanggung jawab dalam pelayanan gereja mula-mula. Studi ini menunjukkan bahwa konflik bukan hanya hambatan, melainkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter, perluasan misi, dan pengembangan kepemimpinan gereja. Dengan pendekatan teologis dan naratif, artikel ini menggali pelajaran praktis dan implikasi misiologis yang relevan bagi pelayanan kontemporer.</em></p>Fandy Mulya LatifSamuel Herman
Copyright (c) 2025 Fandy Mulya Latif, Samuel Herman
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-306213314310.34307/sophia.v6i2.339