Model Pastoral Konseling Persahabatan bagi Anak Sebagai Bagian Pelayanan Gereja

Authors

  • Daniel Fajar Panuntun INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
  • Silvia Sirupa Gereja Toraja Jemaat Palopo
  • Jermia Limbongan INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA

DOI:

https://doi.org/10.34307/sophia.v2i1.18

Abstract

Abtract-The world of children was a world that needs the attention of adults and the Church. The problems experienced by children were rarely noticed and not handled professionally. However, problems in the world of children that were not handled professionally can have an impact on their mental health. The research objective was to find a pastoral model of friendship counseling for church ministry to children. The research was conducted through a qualitative method approach with a descriptive social research type. The results of this study found a friendship counseling model for children based on the spiritual companionship theory. This model is described in three ways, namely: First, the counselor becomes a friend of the children who are the counselees.  Second, the principle of the relationship between counselor and counselee (children) is in an atmosphere of friendship. This shows the principle of equality so that counselors are accepted in the world of children. Third, the friendship counseling method for children consists of playing, doing art activities, and telling stories.

 

Key words: Pastoral Counseling, Children, Comanionship, Church.

 

Abstrak-Dunia anak-anak merupakan dunia yang perlu mendapat perhatian dari orang dewasa dan Gereja. Permasalahan yang dialami oleh anak-anak jarang diperhatikan dan tidak ditangani secara professional. Tentunya permasalahan dalam dunia anak yang tidak ditangani secara professional dapat berimbas pada kesehatan mental mereka. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan model pastoral konseling persahabatan bagi pelayanan gereja terhadap anak-anak. Penelitian dilakukan melalui pendekatan metode kualitatif dengan jenis penelitian secara deskriptif sosial. Hasil dari penelitian ini menemukan model konseling persahabatan bagi anak berdasarkan teori spiritual companionship. Model ini diuraikan dalam tiga hal yaitu: Pertama, konselor menjadi sahabat anak-anak yang merupakan konseli. Kedua, prinsip hubungan konselor dan konseli (anak-anak) adalah dalam suasana atmosfer persahabatan.  Hal ini menunjukan prinsip kesetaraan sehingga konselor diterima di dunia anak. Ketiga, metode konseling persahabatan bagi anak-anak yang terdirti atas bermain, melakukan kegiatan karya seni dan bercerita.

 

Kata kunci:  Pastoral Konseling , Anak-Anak, Persahabatan, Gereja.

Published

2021-06-19

How to Cite

Panuntun, D. F., Sirupa, S., & Limbongan, J. (2021). Model Pastoral Konseling Persahabatan bagi Anak Sebagai Bagian Pelayanan Gereja. SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 28-43. https://doi.org/10.34307/sophia.v2i1.18